5 Aspek Penting saat Meramal Serangan Hama, Perhatikan Biologi dan Ekologinya!
![]() |
| Ilustrasi ramalan yang dilakukan dukun |
Bagi kamu yang penasaran aspek penting apa saja yang biasa ada di kegiatan meramal serangan hama jangan sampai kelewat ya pembahasan berikut ini. Simak sampai tuntas dan tetap stay tune, ya! Dijamin kamu tambah pengetahuan baru yang mungkin belum banyak orang tahu, lho.
1. Pengetahuan tentang biologis serangga
![]() |
| ilustrasi serangga kupu-kupu(pexels.com/phil mitchell) |
Pengetahuan mengenai biologi serangga hama sudah sepatutnya menjadi dasar suatu peramalan serangan hama. Tidak mungkin ketika mau meramal tanpa tahu pasti objek yang diramal, kan. Jangankan ahli hama. Para "dukun" juga pasti ada objek yang diramal yaitu pasiennya.
Maka dari itu, sebelum meramal serangan yang akan terjadi kamu harus menentukan terlebih dahulu serangga hama mana yang ingin kamu prediksi, ya. Ketahui dengan pasti biologinya, seperti siklus hidup, makanan, morfologi, maupun bagaimana mereka hidup contohnya perilaku serangga hama ketika di lapangan maupun di laboratorium.
a. Bioekologi wereng batang coklat pada padi
Judul : A Review on Brown Planthopper (Nilaparvata lugens Stål), a Major Pest of Rice in Asia and Pacific
b. Biologi dari salah satu spesies lalat buah
c. Biologi dari Spodoptera frugiperda
Judul: Biology of invasive fall armyworm Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) on maize
2. Aspek monitoring populasi serangga
![]() |
| Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels |
Setelah mengetahui biologi serangga, maka hal kedua yang penting adalah mengamati populasinya. Kamu bisa meramal jika tahu track record, kemudian bisa juga dari populasi awal yang nantinya di padukan dengan beberapa data dari aspek ekologisnya.
Misalnya pada wereng coklat di tanaman padi. Biasanya sudah banyak tuh, beberapa instansi yang telah menyediakan data ramalan. Selain itu, data yang biasa ditampilkan adalah luas serangan. Nah, hal itu adalah salah satu trik yang bisa kamu usahakan apabila populasi dari serangga hama sulit untuk di hitung, ya.
Beberapa penyebab populasi suatu hama sulit dihitung adalah fase hama menyerang berbeda-beda. Ada fase hama yang menyerang di fase larva, imago, maupun imago pra dewasa. Selain itu, ukuran dan tempat hidup hama juga dipertimbangkan, lho. Jika ukuran terlalu kecil, otomatis sulit diamati. Begitu pula ketika hama hidup di dalam jaringan tanaman atau hidup di dalam tanah yang sulit untuk dijangkau apalagi dihitung.
Maka dari itu kamu butuh beberapa metode untuk menghitung populasi dan luas serangan, ya. Berikut beberapa literatur yang mungkin bisa kamu pakai untuk menghitung populasi atau luas serangan dari hama yang ingin kamu ramal. Nah sala satunya hama yang paling "terkenal" di Asia dan khususnya Indonesia adala wereng batang coklat pada tanaman padi.
Judul: Population Dynamics of the Brown Planthopper in the Coastal Lowland of West Java, Indonesia
Di dalamnya terdapat beberapa gambaran bagaimana cara mengamati hama wereng coklat yang dilakukan di jawa barat. Kamu juga bisa contoh lho, beberapa metode yang digunakan untuk kamu aplikasikan di penelitian atau pengamatan serangga kamu. Jangan lupa sesuaikan cara pengamatan dengan serangga hama yang kamu amati, ya!
3. Aspek lingkungan abiotik serangga
![]() |
| Photo by Jayden Collier on Unsplash |
Serangga adalah bagian dari sebuah ekosistem. Otomatis aspek habitat atau tempat hidup sangat berpengaruh. Salah satunya adalah aspek abiotik dari tempat hidup tersebut. Contoh yang sangat mempengaruhi hasil ramalan adalah climate atau iklim. Baik iklim secara luas maupun mikro iklim.
Berdasarkan beberapa ahli dibidang hama menjelaskan bahwa indeks La Nina sangat mempengaruhi ledakan populasi serangga hama, khususnya wereng batang coklat pada padi. Jadi ketika pada tahun tersebut indeksnya diprediksi tinggi maka potensi outbreak akan sangat mungkin terjadi.
Nah, dari hal itu bisa kamu simpulkan bahwa aspek lingkungan abiotik seperti iklim sangat mempengaruhi banyak sedikitnya populasi maupun serangan dari hama. Contoh literatur mengenai hal tersebut juga bisa kamu lihat di bawah ini, ya. Kamu bisa membacanya secara lengkap dengan membukanya langsung.
Potential effects of climate change on insect pest dynamics
Di referensi tersebut kamu akan mendapatkan mengenai berbagai macam pengaruh dari perubahan cuaca seperti naiknya suhu udara, curah hujan dan meningkatnya karbon dioksida terhadap populasi serangga hama. Disana juga dijelaskan secara detail mengenai efeknya terhadap mulai distribusi populasi serangga, fenologinya bahkan sampai interaksi hama dengan inangnya. Jangan lupa dibaca, ya!
4. Aspek lingkungan biotik serangga
![]() |
| Photo by Vincent van Zalinge on Unsplash |
Jika abiotik saja dapat mempengaruhi populasi serangga, maka biotik juga demikian. Perannya begitu vital dalam menentukan jumlah populasi hama. Beberapa contoh yang bisa kamu lihat adalah musuh alami dan tanaman inang.
Jika musuh alami yang ada di lahan banyak, kemungkinan populasi hama tidak akan outbreak atau terjadi ledakan. Begitu pula dengan tanaman inang yang diserang oleh serangga, jika tanaman inang serangga memiliki ketahanan, toleransi ataupun bersifat racun bagi serangga pastinya akan mempengaruhi jumlah populasi di lapangan.
Nah, berikut beberapa contoh jurnal yang menjelaskan peran musuh alami dan tanaman inang sebagai pressure terhadap serangga:
a. Give predators a complement: Conserving natural enemy biodiversity to improve biocontrol
Dari kedua judul jurnal tersebut bisa kamu baca, ya! Jurnal pertama dari judulnya saja kamu bisa tahu bahwa biodiversitas atau keanekaragaman musuh alami bisa menjadi bio kontrol serangga hama. Bisa berupa predator mauun parasitoid yang ada di jurnal kedua. Jurnal kedua juga menjelaskan bahwa unsur biotik bukan hanya musuh alami melainkan komposisi lanskap atau komposisi tanaman juga bisa mempengaruhi parasitoid dan tentunya berimbas pada hama pula.
5. Penggunaan teknologi terkini
![]() |
| Photo by José Martín Ramírez Carrasco on Unsplash Di sadari ataupun tidak ketika terdapat data yang menunjukan ramalan serangan hama biasanya menggunakan berbagai macam teknologi terkini. Seperti teknologi GIS, drone maupun teknologi lainnya untuk mengamati serangan serangga hama. Pasalnya luasan yang diamati pastinya tidaklah sedikit, melainkan sangat banyak dan luas. Maka dari itu butuh suatu alat yang dapat mencakup luasan tesebut secara keseluruhan. Nah, berikut beberapa jurnal yang membahas mengenai teknologi dalam meramal serangan serangga hama: |
a. Application of GIS on monitoing agicultural insect pest : a review
b. Using GIS in Areawide Pest Management: A Case Study in South Dakota
Citation : Beckler, Amber A.; French, D. Wade; and Chandler, Laurence D., "Using GIS in Areawide Pest Management: A Case Study in South Dakota" (2005). Publications from USDA-ARS / UNL Faculty. 1430. https://digitalcommons.unl.edu/usdaarsfacpub/1430
c. Remote Sensing as Pest Forecasting Model in Agriculture
Citation : Sudha Rani, D., M.N. Venkatesh, Ch. Naga Satya Sri and Anand Kumar, K. 2018. Remote Sensing as Pest Forecasting Model in Agriculture.Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci. 7(3): 2680-2689. doi: https://doi.org/10.20546/ijcmas.2018.703.310
Ketiga jurnal sangat representatif banget, kan. Kamu dapat dengan mudah mengaksesnya, sebab semuanya free to access. itulah kelima aspek penting ketika kamu meramal serangan hama. Kenali dari objeknya kemudian jangan lupa gunakan teknologi terkini, ya. Gimana, sudah paham atau sudah ada bayangan mengenai peramalan ini, kan. Sudah siap meramal belum, nih!






Komentar
Posting Komentar